|
Organisasi pelaut internasional mengakui hasil kongres Kesatuan Pelaut Indonesia KPI) ke-7 yang berlangsung 15-17 Desember 2009 di Jakarta yang menetapkan Hanafi Rustandi sebagai Presiden dan Mathias Tambing sebagai Sekretaris Jenderal KPI.
Dukungan dan pengakuan resmi itu dikuatkan melalui resolusi yang dikeluarkan ASS (Asian Seafarer's Summit) Meeting dan NASCO (Norwegian/Asian Seafarer's Comittee) yang berlangsung di Manila, Rabu (24/2). Presiden KPI Hanafi Rustandi yang juga Ketua ITF (International Transport Worker's Federation) Asia Pasifik juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Resolusi tersebut didukung oleh serikat pekerja afiliasi ITF dari 16 negara yang merupakan anggota dari ASS dan NASCO. Yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Jepang, Pakistan, Vietnam, India, Bangladesh, Srilangka, Taiwan, China, Norwegia dan Rusia.
Selain mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Hanafi Rustandi sebagai Presiden KPI, organisasi pelaut internasional itu juga menghargai komitmen Hanafi yang akan membawa KPI menjadi lebih baik dalam upaya mencapai misi organisasi dan peningkatan pelayanan kepada anggota. Resolusi itu juga mendukung KPI dalam menyiapkan pelaut yang handal dan profesionai untuk mengawaki kapal-kapal domestik maupun internasional.
"Dengan adanya pengakuan dari dunia internasional, maka kepengurusan KPI hasil kongres KPI pada Desember 2009 sudah final," tegas Hanafi Rustandi kepada Maritim setibanya dari Manila, pekan lalu.
Tentang masih adanya segelintir oknum yang tidak puas dengan hasil kongres KPI, Hanafi menegaskan tidak perlu dipersoalkan karena hal itu sudah biasa dalam dinamika organisasi.
Menurut Hanafi, resolusi yang dikeluarkan organisasi pelaut internasional harus menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat umum lainnya.
"Di masa mendatang KPI harus menjadi organisasi profesional yang lebih mumpuni dengan meningkatkan pelayanan kepada anggota," sambungnya.
Sumber : Maritim, Maret 2020
|